----
Menengadah, sesosok wajah merekah —
orang menyebutnya gairah,
senyum kecil yang semringah,
padahal tak satu pun dari itu
sanggup mengubah cerita:
malam tetap malam, siang tetap siang,
kecuali ada yang berani melihat wajahnya —
bukan topengnya.
Di sini, ia telah bicara banyak.
Usia-usia ingusan dibikin senang dan girang bukan kepalang —
kendati yang keluar tak lebih dari deretan kata penghibur,
bunyi-bunyian tanpa inti,
merdu di telinga, kosong di sumsum.
Di sana, ia sangat rajin memberi sambutan —
jabat tangan erat yang hanya sebatas lewat,
otot-otot wajah ditarik dan diatur
hingga menghasilkan senyum yang tampak sungguhan.
Banyak dari mereka yang berdiri di sana pun melakukan hal serupa:
saling menyambut dengan senyuman,
pikiran terpaku hanya pada titik pertemuan,
tak perlu memikirkan pembalikan, pengembalian —
anggap saja keduanya sama,
toh nanti akan beres dengan sendirinya.
Begitulah gumam yang hanya terlintas di kepala,
sementara wajah itu terus disemringahkan.
Sisi-sisi yang terukir dalam wajah itu kian mengeras dalam tuturan.
Teriakan soal sampah-sampah belum juga mengubah bentuk —
sampai tangan-tangan lain datang, mengumpulkan, mengolah.
Ini bukan model mencla-mencle biasa.
Di sini bilang begini,
di sana bicara beda,
ujungnya malah mengarah ke arah ketiga yang tak cocok dengan keduanya.
Tiga versi sekaligus —
mungkin sang pengucap sedang menikmati kebimbangannya sendiri,
atau memang itulah strateginya.
Maka tak heran dari ketiga sisi itu
selalu ada yang menangguk keuntungan,
dengan margin yang super duper tak terduga
hingga muncrat ke mana-mana —
dan kami pun ikut kecipratan,
tak pelak ikut kegirangan.
Lalu apa yang salah dengan si ingusan?
Bukankah ia dinamai begitu karena ada ingus?
Artinya, kalau ingusnya sudah tak ada —
ia bukan lagi ingusan.
Ia sudah berubah.
Kalau kamu lebih suka pada yang tidak berubah,
mana yang kemudian lebih kau sukai?
Orangnya?
Atau ingusnya?
Ingat, kawan —
ingus yang mengering sudah berganti nama.
Dan tidak mustahil,
ia kini bersemayam tenang
di bawah mejamu.
🤫ðŸ¤ðŸ˜µðŸ’«
Tidak ada komentar:
Posting Komentar